MAKANAN TRADISONAL KHAS KALIMANTAN
Seperti yang kita tahu, jika kalimantan itu kaya akan sumber dayanya, dan itu termasuk dengan kuliner khas yang menjadi salah satu ciri khusus yang dimiliki oleh pulau kalimantan ini. Salah satunya adalah durian. Tapi disini saya tidak membahas tentang buah durian yang memang banyak terdapat di pulau kalimantan. Saya disini akan membahas tentang durian yang menjadi kuliner khas yang dimiliki oleh pulau kalimantan.
Kalimantan memiliki buah musiman yang terkenal dengan gelar raja buahnya, yaitu buah Durian. Durian ini merupakan komoditas yang paling banyak diminati oleh sebagian kalangan pecinta buah. Namun, ada beberapa orang yang memang tidak bisa memakan raja buah ini dikarenakan bau buahnya yang agak menyengat. Tapi ada berbagai cara yang mungkin menjadi alternatif untuk menikmati raja buah ini. Berbagai inovasi banyak diciptakan untuk lebih menikmati buah durian tanpa harus memakannya secara langsung, dan hal ini menjadi sebuah peluang usaha bagi yang menciptakannya.
Sebelum itu, kita akan membahas berbagai hal dan bagian umum tentang buah berduri dengan rasa manis yang menggugah selera (untuk sebagian orang).
Buah durian, buah berduri dengan nama latin Durio Zibethinus memiliki kulit berduri dengan daging buah yang seperti disekat pada setiap sisinya. Biji dikotilnya akan menciptakan pohon dengan daun yang memiliki dua warna dimasing-masing sisinya (atas hijau, bawah kuning keemasan). Dapat tumbuh hingga ketinggian 22-25 meter. Bunganya biasa akan keluar dari setiap batang tua dengan 3 hingga 10 kuntum dalam satu malai (satu kelompok). Daun berbentung lonjong dan berakar papan (akarnya tumbuh menipis ke bawah dari pangkal pohon). Tumbuhan ini, sebenarnya memiliki tumbuhan dengan marga Durio yang sama contohnya buah Lai. Namun, di sini hanya akan membahas "Sang Raja Buah".
Tumbuhan Durian, adalah tumbuhan yang bisa dijumpai di Asia Tenggara. Tersebar diberbagai daerah, terutama di daerah Kalimantan yang merupakan pusat terbesar plasma nutfah Durian. Ada juga negara lain yang memiliki budidaya Durian, seperti Thailand dan Filipina.
Selain di Kalimantan, buah durian juga terdapat dibeberapa pulau lain seperti, Sumatra, Mindanao, dan Semenanjung Malaya (walau lebih melimpah di pulau Kalimantan).
Buah Durian adalah buah musiman sehingga banyak orang yang sering menunggu-nunggu kapan datangnya musim buah ini. Pohon buah durian biasanya akan berbuah dua kali dalam setahun dengan masa istirahat selama dua-tiga bulan. Dan biasanya buah ini akan muncul pada bulan Juni sampai akhir bulan Agustus dan pada bulan Desember sampai akhir bulan Februari.
Durian memiliki beberapa jenis, terkadang disetiap daerah memiliki durian khasnya masing-masing, bahkan disuatu desa memiliki beberapa Durian khas disetiap dusunnya. Maka dari itu, biasanya para pembeli akan menanyakan dari mana asal buah durian itu.
Banyak manfaat yang ada pada buah durian. Di dalamnya terdapat berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, magnesium, fosfir, dan mineral lainnya. Inilah yang terkandung didalam buah durian yang bermanfaat untuk kesehatan.
Adapun kandungan lainnya yaitu antioksidan yang dimiliki buah durian juga cukup tinggi. Seprti yang kita tahu jika antioksidan berfungsi untuk melindungi dan mencegah tubuh mendapatkan penyakit berbahaya, seperti kanker dan penyakit jantung. Penyakit tersebut disebabkan oleh radikal bebas dan antioksidan dalam buah durian sangat membantu untuk mengatasi radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh.
Selain antioksidan, ada kandungan lain yang juga terdapat di buah durian. Serat juga terkandung di dalam buah durian. Serat sangat berperan penting dalam pelarutan kolestrol. Serat yang terkandung di dalam buah durian adalah serat larut dan serat tak larut yang dapat dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol, melancarkan peredaran darah, dan baik dalam kesehatan jantung.
Ada juga Kalium yang terdapat dibuah durian ini. Kalium yang terkandung di dalam buah durian berfungsi untuk menjaga kesehatan otot, tulang, kardiovaskuler, dan menurunkan darah tinggi.
Selain itu, buah ini juga kurang diminati oleh beberapa orang yang memang tidak menyukai buah ini karena aromanya yang menyengat juga beberapa kandungan yang bisa menyebabkan beberapa orang akan mengalami turbulensi pada tubuh karena tidak bisa mengkonsumsi terlalu banyak buah ini.
Untuk beberapa orang yang memiliki penyakit diabetes, disarankan untuk konsultasi dengan dokter untuk mengkonsumsi buah durian ini, karena kadar gula yang terdapat didalam buah durian cukup tinggi.
Dan bagi yang menjalani program diet diharapkan untuk tidak mengkonsumsi buah ini terlalu banyak karena buah durian juga memiliki kandungan kaliri yang bisa menghambat program diet anda.
Maka dari itu, banyak orang yang mencoba menciptakan inovasi baru untuk menikmati buah ini tanpa harus mengkonsumsi secara langsung raja buah ini. Berbagai jenis kuliner dan makanan yang terinspirasi dari buah durian. Produksi yang cukup melimpah pada setiap musim membuat beberapa peluang untuk bereksperimen menciptakan beberapa menu makanan yang menggugah selera, mulai dari minuman, makanan, dan berbagai cemilan yang bisa diciptakan dari buah ini.
Nah, karena produksi buah ini cukup melimpah, dan tidak semua orang menyukai buah ini, terkadang buah ini juga sampai dibiarkan membusuk dan akan terasa asam. Maka dari itu, (dikatakan sayang bagi orang melayu) buah yang mengalami pembusukan, atau istilahnya terfermentasi itu, dimanfaatkan sebagai olahan pangan yang membuat kebanyakan orang yang belum mengenal olahan pangan ini penasaran. Apakah makanan ini akan enak seperti buahnya atau sebaliknya?.
Bagi kalian yang berlibur atau merantau di kota Pontianak, tidak akan sah jika kalian belum mencoba makanan yang satu ini. Sambal Tempoyak.
Nah, sambal tempoyak ini, merupakan sambal khas yang mungkin menarik minat para pecinta makanan pedas. Dibuat dari hasil buah durian yang terfermentasikan dan dicampur dengan beberapa bumbu yang akan menjadikan makanan yang tidak enak, menjadi makanan yang layak dan lezat untuk dikonsumsi.
Sambal tempoyak juga bisa dicampur dengan berbagai bahan lain, seperti udang, ikan teri, dan bahan lain yang bisa disesuaikan dengan selera anda. Jika kalian tidak menyukai rasa pedas, kalian juga bisa menyesuaikan rasa pedas yang kalian inginkan.
Sambal ini juga bisa dibuat sendiri sesuai dengan keinginan, karena tidak sulit untuk mengolahnya. Kita hanya harus menyiapkan beberapa bahan umum untuk bumbunya seperti bawang putih, bawang merah, cabai (sesuai keinginan), garam, dan sedikit gula, bisa juga ditambah dengan bahan tambahan seperti udang dan ikan teri. Lalu tumis bumbu-bumbu itu hingga harum, dan masukkan daging buah durian yang difermentasikan kedalam bumbu-bumbu yang sudah ditumis. Aduk-aduk hingga merata selama beberapa menit, sampai daging buah agak bening yang berarti sambal itu sudah matang.
Sambal Tempoyak akan nikmat jika disajikan dengan nasi putih panas yang pulen (saya membayangkannya dan air liur mulai mengalir) apa lagi jika disandingkan dengan kuliner khas Pontianak lainnya, itu akan menambah cita rasa yang akan menggugah selera makan anda.
Selain Sambal Tempoyak di atas, terdapat kuliner yang juga terbuat dari daging buah durian. Kali ini, daging buah durian tidak difermentasikan, melainkan langsung diolah saat daging buah durian itu masih bagus. Gule Durian (sama dengan selai durian)
Gule Durian (sebutan orang melayu) bisa menjadi alternatif lain untuk menikmati citarasa buah durian selain Sambal Tempoyak. Gule Durian ini termasuk kuliner yang cukup diminati oleh kalangan pecinta kuliner manis. Gule Durian dapat dijadikan sebagai teman makan roti, dan isi camilan. Seperti yang diterangkan sebelumnya, jika buah durian memiliki produksi melimpah disetiap tahun menjadikan gule durian menjadi suatu ide untuk mengawetkan buah durian.
Cara membuat gule durian cukup mudah, bahan-bahan yang didapatpun ada di toko terdekat. Bahan-bahannya adalah daging buah yang sudah dipisahkan dengan bijinya dan gula pasir. Bahan-bahan ini diaduk selama beberapa menit diatas kompor. Gule Durian kemudian didinginkan dan disimpan dalam sebuah toples.
Selain Gule Durian, ada makanan serupa yang juga terbuat dari bahan yang sama, hanya saja lama dalam proses memasaknya lebih lama. Nama kuliner ini adalah Lempok Durian.
Makanan ini juga merupakan makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh bagi pendatang dan pelancong yang singgah di Pontianak. Lempok Durian biasanya akan disajikan dalam berbagai acara. Misalnya seperti acara khataman, nikahan, dan juga acara lainnya (jika pada musimnya).
Sangat tidak disarankan untuk para penderita penyakit kencing manis untuk mengkonsumsi dua.kuliner ini, karena kandunga gula pada durian saja sudah tinggi, apa lagi jika ditambah dengan gula pasir untuk mengimbangi dan mendukung cita rasa pada Gule Durian dan Lempok Durian.
Makanan lain yang terbuat dari buah durian juga banyak, seperti camilan, minuman, dan bahkan dijadikan salah satu sumber penghasilan bagi yang memiliki kreasi kuliner yang tidak hanya kuliner diatas yang terkenal, namun masih banyak kreasi unik tentang buah durian ini.
Banyak alternatif yang bisa kita gunakan untuk menikmati buah berduri yang memiliki hal positif dan juga negatif (jika dikonsumsi secara berlebihan), maka dari itu, perlu diingat jika jangan berlebihan mengkonsumsi buah durian ini, karena sesuatu yang bersifat berlebihan tidak akan baik.
Nah, begitulah sekilas info tentang makanan tradisional yang khas, terutama dari kalimantan ini. Semoga bermanfaat dan menarik untuk para penikmat kuliner tradisional. Jangan lupa untuk mencoba makanan ini (jika sedang musim buah durian) dan nikmati sensasi lain menikmati buah berduri dengan rasa manis yang khas.
Terimakasih sudah menyimak artikel ini.
Sumber:
https://www.alodokter.com/ini-manfaat-durian-bagi-kesehatan-tubuh
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Durian